Dekat di Mata, Jauh di Hati
Evelyn tersenyum ringan, “Nona Wells telah melahirkan keturunan bagi Keluarga Hansen. Itu hal yang baik. Kenapa harus marah? Baiklah, aku tidak akan mengganggu kalian lagi. Lanjutkan acaranya, jangan sampai suasana rusak karena kedatanganku.”
Lalu Evelyn meninggalkan aula perjamuan.
Menjelang akhir musim semi, angin malam masih terasa dingin.
Dia berjalan dengan cepat, sementara sahabatnya, Fenny, berlari mengejarnya dengan sepatu hak setinggi 8 sentimeter.
Begitu melihat Evelyn masuk ke dalam mobil yang terparkir di tepi jalan, Fenny segera ikut naik.