Malam Terlarang Bersama Paman
Benar saja, dia adalah pamannya, Adrian yang baru saja keluar dari kamar Deven.
“Kamu habis dari mana? Kenapa sulit sekali dihubungi?” Adrian langsung memborong pertanyaan.
Nada menjilat bibirnya, ada perasaan gelisah yang kini dia rasakan. Satu pertanyaan muncul di benak Nada. Haruskah dia memberi tahu Adrian?
“Nada?” panggil Adrian lagi.
“Oh?” Nada terkesiap, lalu menatap sang paman seraya memberikan senyuman, “aku ada urusan sebentar dengan teman lama,” jawabnya beralibi.