Terpaksa Menikahi Janda
“Kak, tenanglah engkau di Sana, jangan pernah khawatir kan putra semata wayangmu itu, aku berjanji akan menjaga dan mendidiknya menjadi anak yang sukses, entah bagaimana pun caranya. Maaf, telah merahasiakan kematianmu kak. Aku hanya ingin melihat Abian menjadi anak yang ceria tanpa luka. “
“Nona, Mari kembali! Hari sudah menjelang malam. “ Sebuah suara mengejutkan aku.
“Oh, iya, tuan. “ Jawabku singkat.
“Panggil saja saya Paman Sam, Nona! “ ucap lelaki paruh baya itu. Mungkin orang yang bernama Paman Sam ini tahu jika aku memang sedang bingung untuk memanggilnya.
“Ya, baiklah Paman, dan perkenalkan nama saya Jamilah. “ Tuturku kemudian sambil mengulurkan tangan sebagai Salam perkenalan.