PAMER SUAMI
Suamiku itu menautkan jemarinya di sela jariku, mammpu mengembalikan mood manjadi baik lagi.
"Kedengarannya lucu, ya, manggil kamu dengan sebutan Mamak Boy," kekeh lelaki yang kini jadi suamiku.
"Iya, mungkin karena belum terbiasa saja, Bi, eh, Ayah Boy," balasku, lalu tertawa sekilas.
"Kan Oppung bilang kita manggil kayak gitu pas di depan orang kampung saja. Kita syang-sayangan saja sekarang," kekeh Bian, mengeringkan mata ke arah aku.