Akhirnya Kau Mencintaiku
Namun, suara dering ponsel terdengar.
Segera wanita paruh baya itu kembali menegakkan tubuh, ditatapnya ponsel di atas nakas dengan sedikit khawatir. Namun, rasa penasaran mendominasi ketakutan di dalam dirinya.
Diraihnya benda pipih itu lantas membuka pesan yang masuk yang lagi-lagi dari nomor tak dikenal. "Selamat malam, Nyonya Bramantio. Apakah Anda hendak tidur? Baiklah, semoga mimpi Anda indah dan tunggu mimpi buruk akan segera hadir di hidup putra Anda--Jeno Bramantio dan kepada Anda. Putra Anda akan segera hancur cepat atau lambat!"