Yuk, Nikah!
Menyebalkan.
Teringat akan Pak Wahyu yang mungkin kini sedang menungguku, gegas aku melangkah cepat kembali ke arah kantor dan segera menyingkirkan pikiran payahku soal perempuan tadi.
Mirip? Ingat, Gam, kamu harus tobat dan segera move on. Malah jadi ingat Gina terus, sih. Sadaaar! Kalian itu sudah putus!
Yah, bak orang gila saja. Sepanjang jalan aku bermonolog sendiri sampai-sampai tersandung anak tangga di depan kantor.