Wiro sang Penakluk
Di sebuah jalan yang gelap di kawasan selatan kota, tiga mobil van hitam tanpa plat berhenti di sebuah gang sempit, sekitar dua ratus meter dari markas organisasi Macan Tutul.
Markas itu berbeda dari markas Naga Hitam. Kalau Naga Hitam menempati gedung komersial yang megah dan terbuka, Macan Tutul memilih sebuah kompleks tertutup yang menyerupai benteng. Dinding beton setinggi empat meter mengelilinginya, dengan kawat berduri di puncaknya. Di dalam dinding itu, berdiri sebuah bangunan utama tiga lantai dan lima menara pengawas yang menjulang di setiap sudut dan tengah kompleks.