Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PESONA

PESONA

Dalam hati para pekerja Tama berdecak kagum akan keberanian Nandini melawan Tama, mereka adalah pasangan yang saling melengkapi dan cocok. "Kau tahu mantan tunanganku, Luara Xeniata? Dia sangat cantik, tubuhnya langsing dan tubuhnya itu sangat menggoda. Tidak seperti tubuhmu yang rata." Perlu diketahui jika wanita paling sensitif jika membawa masalah tubuh dan Tama sukses membuat Nandini ikut merasa jengkel. Bahkan Nandini sampai menunduk ke bawah untuk melihat bagian tubuhnya yang dibalut piyama ungu, tubuhnya juga langsing, namun kalau urusan ukuran dada dan bokong jelas ia kalah dengan Laura. Tapi jangan kira bahwa ukuran milik Nandini kecil bahkan rata, ukurannya pas, tidak kecil maupun
1015.9K viewsOngoingAdded to Library 494 Times as noir tensura
Read
+Library
Simfoni Tanpa Nada

Simfoni Tanpa Nada

Tangga kayu yang curam mengarah ke kegelapan. Aditya menyalakan senter dan mulai turun. Suara cello semakin jelas, menciptakan melodi yang tidak utuh, seperti lagu yang belum selesai. Ketika dia mencapai dasar tangga, dia menemukan sebuah ruangan kecil dengan dinding batu. Di tengah ruangan, ada gramofon tua dengan piringan hitam yang berputar perlahan. Dia mematikan gramofon itu dan memeriksa piringan hitamnya. Tulisan tangan di tepinya berbunyi: ”Simfoni No. 8 – Gerakan 2.”
1.0K viewsOngoingAdded to Library 30 Times as noir tensura
Read
+Library
LEMBUR TENGAH MALAM

LEMBUR TENGAH MALAM

Ia menahan napas, berusaha keras untuk tidak memperhatikan mereka. Ketika ia hampir mencapai ujung lorong, suara langkah kaki terdengar dari belakang, semakin lama semakin cepat, seperti ada yang mengikuti dari kejauhan. Gracya menoleh dengan perasaan takut yang memuncak, berharap itu hanya bayangan. Namun, di ujung lorong yang gelap, ia melihat sosok kunti influencer itu kembali muncul, berdiri diam dengan senyum penuh arti.
1.1K viewsOngoingAdded to Library 24 Times as noir tensura
Read
+Library
LORO

LORO

Lir ilir, lir ilir Tandure wis sumilir Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi Lunyu-lunyu yo penekno kanggo mbasuh dodotiro Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore Mumpung padhang rembulane Mumpung jembar kalangane
104.1K viewsOn holdAdded to Library 101 Times as noir tensura
Read
+Library
Lentera Kegelapan

Lentera Kegelapan

Andre lalu menyelipkan tongkat jolt di pinggangnya, tanpa banyak bicara dia mengangkat tubuh Puri dan menggedongnya di bawa pergi dari tempat itu. Balancer berdiri dengan kokoh, terlihat dibawah kakinya ada retakan kecil yang terbentuk. Dari dalam retakan itu muncul kepulan berwarna hitam seperti debu tebal, lalu debu hitam itu berputar dan mengeras hingga membentuk sebuah benda. Tidak hanya satu kepulan hitam yang keluar dari dalam tanah. Namun kepulan-kepulan itu trus bermunculan dan berkumpul disamping kiri dan kanan tubuh Balancer.
1016.7K viewsCompletedAdded to Library 651 Times as noir tensura
Show Reviews (42)
Read
+Library
Jordi Onsu
awalnya iseng ngisi waktu buka aplikasi ini buat cari bacaan, terus lihat covernya menarik kayaknya. Pas dibaca ternyata bagus, rekomended banget. Ide ceritanya bagus, penyajiannya juga keren, alurnya gak mudah ketebak. Goodjob buat penulisnya, terima kasih sudah bikin karya sebagus ini yah.
Ummi Musyadah
saya kira di GN isinya cuma novel esex-esex tentang Ceo, perselingkuhan, dan scandal. Saya kira juga penulis di GN cuma bisa nulis cerita yang cerita yg esex-esex doang biar karya mereka laku. Eh taunya ada karya dan penulis yang seperti ini, berani melawan arus dan mampu menyajikan karya yang beda.
Read All Reviews
Kultivator Jiwa Modern

Kultivator Jiwa Modern

Di telapak tangannya, muncul cahaya tipis merah—ritme yang sama dengan denyut retakan. “…Aku… sisa.” Angin berembus tiba-tiba. Noir mengeluarkan suara tajam dan kabut di tubuhnya berubah pekat, seolah hendak menyerang sosok itu. Namun sosok itu menatap Noir tanpa emosi. “…jangan… takut…” Noir mundur pelan, kabutnya melemas. Sena menyentuh dadanya, tepat di tempat bulu hitam-putih berada.
1.4K viewsCompletedAdded to Library 40 Times as noir tensura
Read
+Library
NINE

NINE

jelas pria itu sembari meletakkan kembali kaca mata infra-red ke dalam tas kecil yang berisi perlengkapan. "Bagus!" gadis di sisinya mengepalkan tangan, seringai muncul di bibir. ‘Sepertinya rumah orang terkaya di kota ini. Cukup luas. Pantas memiliki banyak musuh.’ "Apanya yang bagus?! Bagaimana caramu mendatangi mereka tanpa membuat kecurigaan, kita tak membawa pistol dengan peredam, memilikinya pun tidak." ‘The Number’ memang tak selalu memiliki perlengkapan super seperti di film-film aksi, lebih banyak diri sendiri dan kemampuan yang dijadikan perlengkapan utama. Itulah yang membuat mereka profesional.
104.7K viewsCompletedAdded to Library 132 Times as noir tensura
Read
+Library
KURENSIA

KURENSIA

Tiara berdehem pelan “Bye!” Sudah satu jam lebih Aira berada di lab dengan ditemani soal soal fisika yang ada di hadapannya. Dia menghela nafas panjang, akhirnya 100 soal sudah ia kerjakan. Aira lelah, bahkan otaknya ingin pecah. Soalnya begitu sulit. “Ra, udah?” tanya Bintang yang duduk nya jauh di belakang Aira.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as noir tensura
Read
+Library
NODA CINTA

NODA CINTA

Badan mungilnya yang hanya memiliki tinggi 152 dan berat 45kg, terperangkap dalam kungkungan nafsu manusia berjiwa iblis. Beberapa bagian badannya terasa perih terkena debu dan kotoran entah apa pun dari rumah kosong itu. Bagian panggulnya terasa nyeri waktu itu, tangannya yang terimpit bukan pedih lagi, tapi sakit dan luka. Begitu pun kakinya yang berusaha berontak, mengentak tak tentu arah, berasa ngilu tentu saja ada luka juga. “Aku hanya ... mencium aroma parfumnya,” lirih Gendis, membuat semua orang yang ada di ruang tamu itu, memandang ke arahnya.
104.1K viewsOngoingAdded to Library 150 Times as noir tensura
Read
+Library
Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati

Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati

Selama ini— Nero masih bermain-main. Dan saat pria itu berhenti bermain— Dia jauh lebih menakutkan daripada yang ada di buku. Lunara menahan napasnya. Tekanan sihir Nero masih memenuhi area sekitar seperti tangan tak kasat mata yang mencekik semua orang perlahan-lahan. Bahkan udara terasa lebih berat untuk dihirup. Namun anehnya— Yeshe tetap tenang.
104.0K viewsOngoingAdded to Library 144 Times as noir tensura
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status