TERPAKSA MEMBIAYAI PESTA PERNIKAHAN ADIKKU
Matanya tampak memicing, memperhatikan layar.
“Siapa, San?” tanyaku kepo karena melihat muka Sandra yang berubah tegang.
“Nggak tahu, nih, Ag. Nomor baru,” kata Sandra sambil menunjukkan ponselnya.
“Angkat, gih. Nino kali, pake nomor baru,” saranku padanya sambil mengangguk kecil.
“Ah, masa iya? Kemarin dia masih WA aku pake nomor lama, kok.”