Daster Buat Istriku
Seperti api yang menyambar gendang telingaku.
“Sory, Bara. Kudengar kau nelpon Bang Ramli dan semua teman teman, ya? Dengar, ya, Bara! Kami semua tidak bisa membantumu. Tidak juga bisa memberimu pinjaman. Limper pun kami engak punya uang. Kami semua juga sedang susah, sudah dua bulan tidak kerja. Bang Ramli tidak dapat proyek. Sudah, ya, tolong jangan kau telpon –telpon lagi!” (Limper = lima rupiah )