Pesan Nyasar Dari Sahabatku
“Ri … a-aku … sebenarnya belum ada uang.”
Aku mendelik. Mustahil! Omong kosong! Kalau tidak ada uang, dari mana dia bisa mempermak dirinya seperti tampilan biduan dangdut begini?
“Ah, masa, sih? Gajimu itu gede, lho, Nad. Hampir setara dengan gajiku yang kerja di BUMN.”
“Ih, berlebihan kamu,” jawabnya sambil mengibaskan tangan. Dia lalu menggigit bibir. “Sumpah, Ri. Aku nggak pegang banyak. Mungkin, di ATM tinggal lima ratus.”