Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Klandestin

Klandestin

Ia menghela napas pasrah, biarkan saja. Harusnya tidak terlalu jauh untuk sampai kantin, hanya tinggal beberapa langkah lagi sebelum dari arah berlawanan seseorang menabraknya. Seseorang itu membawa minuman berwarna kuning pekat, yang naasnya mengenai baju Bestari. Warnanya tercetak jelas di seragam Bestari.
2.9K viewsOngoingAdded to Library 97 Times as stained
Read
+Library
Test Book

Test Book

Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.8K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as stained
Read
+Library
Complicated

Complicated

Ketika suasana sudah hening kembali, seseorang datang dan mengetuk pintu bilik yang Tara tempati. Tok... tok... tok... "Ra.. lo di dalem?" Otak Tara mendadak kosong, telingannya berdegung dan dia terus saja mematung. "Tara, ini gue Farazz. Ambil nih." Nyawa Tara seperti hendak terlepas dari raganya sebelum akhirnya Tara melihat ada sesuatu yang Farazz gantungkan di atas pintu. Jaket warna hitam dengan lambang kepala tengkorak yang Tara sendiri tidak terlalu peduli.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as stained
Read
+Library
Complicated

Complicated

balas Keyna ramah. "Nahh itu pacar gue Key," sahut Revan menunjuk Iren yang kini pipinya berwarna merah. "Apaan sihh Van!" geram Iren merasa malu. "Hahaha.. Ciee Iren shy shy cat," ledek Tara membuat tawa semuanya pecah. "Tarraa!!!" geram Iren semakin malu. "Shuuttt.. Udah-udah," lerai Agatha yang kini mulai makan.
2.5K viewsCompletedAdded to Library 79 Times as stained
Read
+Library
Tes

Tes

Aura Lika 12268
Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.3K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as stained
Read
+Library
HEAVY

HEAVY

Disana mereka bisa menikmati malam, duduk berdua di kursi sambil menghirup wangi bunga lavender yang ditanam oleh Renata, —karena wanita itu menyukai warna ungu, maka bunga lavender yang dipilihnya sebagai penghias taman. Renata membuka sebotol anggur yang dibelinya saat di Bali. Pelan ia menuang isi dari botol itu ke dalam gelas. Yogi tak henti-hentinya menatap wajah cantik sang istri yang sangat dirindukannya itu. Cantik, dan selalu begitu. Walaupun saat ini Renata tak menggunakan riasan di wajah dan hanya mengenakan gaun tidur satin yang melapisi tubuh rampingnya, wanita tetap terlihat cantik dan menawan.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as stained
Read
+Library
RANJANG BERDARAH

RANJANG BERDARAH

"Kamu yakin?" Sari mengangguk. "Ya-yakin, Bu." Jihan merendahkan tubuhnya. Berjongkok di depan ranjang dengan tinggi tiga puluh sentimeter tersebut. Tangannya terulur menjangkau tetesan darah yang membasahi lantai. "Basah. Ini masih baru!" Deg! Jihan kembali bangkit, lalu menunjukkan darah segar yang ada di tangannya pada Sari. Asisten rumah tangga Jihan itu berjengit jijik.
3.7K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as stained
Read
+Library
Red Clock

Red Clock

**** Daren duduk di singgasananya, dia membungkukkan badannya memuntahkan darah hitam. “Yang mulia!” Daren mengangkat tangannya menghentikan, lalu tersenyum obsesif. menatap tangan kirinya yang memiliki lukisan rantai yang sama persis dengan Claire, mereka terhubung. Perasaan senang mulai mengeledak dadanya, perasaan pertama ini membuatnya senang. Sebuah ketukan pintu terdengar dan langkah pelan datang. Seorang pria tampan dengan pakaian sederhana datang didepannya.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as stained
Read
+Library
SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK

SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK

Di sudut remang-remang gudang, berbaris drum-drum besi dengan label mencolok. Sabrina mendekat, mengeluarkan sebuah obeng kecil dari tasnya. Dengan tangan gemetar, ia mencongkel pinggiran label stiker yang tampak masih terlalu baru. Napasnya tercekat. Di balik stiker putih bersih itu, terdapat bekas lem yang menguning dan sobekan kertas label lama yang bertuliskan huruf kapital besar. TIPE B-CORROSIVE SENSITIVE.
1036.0K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as stained
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status