Ifat
Ayusqiearti mendengar suara orang mengaji tengah malammaling teriak malingrenungan sepertiga malamjalanan malam
“Di surat yang ia titipkan pada Bang Idris, dia bilang pohon yang dia panjat dulu sekarang sudah ditebang.”
“Oh, apesnya. Emm, ngomong-ngomong, semakin ke sini aku semakin penasaran lho, dengan novel yang dia tulis itu. Aku lupa, judulnya apa ya?”
“MAHA CINTA.”
“Bercerita tentang apa itu?”
“Hemm, paling-paling bercerita tentang orang yang patah hati.”
“Hehehe..!” Johan terkekeh pelan.
Sementara aku, menelan ludah, yang kurasakan saat ini sedang kecut-kecutnya. Apa lagi sebabnya kalau bukan Ibu Tata alias si Mira itu?
人気のチャプター