Bukan Lagi Budak Cintanya
Jinuair mata nona, amarah sang tuanlihatlah semua orang menatapkusinopsis catatan harian menantu sintingmenatap
“Ikut aku pulang, aku bisa anggap kejadian tadi nggak pernah ada.”
Nada bicaranya terdengar sangat sombong, seolah dia sedang memberikan sedekah padaku.
Aku menghempaskan tangannya dengan kuat hingga terlepas, lalu menatapnya dengan dingin.
“Pak Nathan, kurasa aku sudah bicara dengan sangat jelas.”
“Selain itu, jangan sentuh aku. Aku merasa jijik.”
Mata Nathan langsung melotot.
Dia mungkin tak pernah membayangkan kalau Yuna yang selalu patuh dan sangat khawatir setiap kali dia mengerutkan kening, bakal menggunakan kata "jijik" untuk mendeskripsikannya.
Hot Chapters