I WAS NEVER YOURS
Sayang sekali, tempat tidak romantis seperti adegan novel di perpustakaan, si cewek yang pendek dan tanpa sengaja ada yang mengambil buku, dan ada adegan slow motion keduanya saling menatap satu sama lain, dan keduanya takkan sadar, sebelum orang lain mencolok mata mereka pakai garpu.
"Terima kasih." Kata Mawar sopan. Lelaki itu, tersenyum padanya tak kalah sopan.
"Akhir-akhir ini cuaca panas ya." Kata lelaki asing itu.
"Hm?"
Lelaki itu medekat ke arah Mawar dan berbisik, "panas." Mawar menelan ludah, seumur hidup ia jomblo dan tidak pernah berinteraksi dengan lelaki, mendadak ia mencium arom maskulin yang menyenangkan, membuat jantung Mawar, tak sehat dag-dig-dug-ser.
Hot Chapters