SUAMIKU MATI DI TANGANKU
Riak-riak gelombang danau menghempas, menjilat kedua kaki kami yang berjalan tanpa alas.
Setelah jauh berjalan, ternyata tidak semua tepian danau bisa dilewati, hingga akhirnya, kami masuk ke dalam hutan untuk memintas jalan ke sisi lain pulau.
Pendaran sinar bulan yang terang membantu kami berjalan membelah perdu. Kami berjalan dengan tenang, tanpa ada yang mengejar di belakang. Jarwo sudah tumbang, mungkin sudah benar-benar mati. Dia tidak akan bangkit lagi mengejar kami. Begitu juga dengan Ardan, dia tidak akan ke sini malam ini. Laki-laki bangs4t itu sedang beroperasi menjalankan misi. Makan malam dengan mangsa barunya, memanipulasi perempuan itu dengan kata-kata penuh daya untuk memen