Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bukan Wanita Miskin

Bukan Wanita Miskin

desis Deslim. ___________ Mentari pagi menyinari kediaman istana besar Wiliam. "Enak ya baru bangun," sindir Angela, ketika Case memasuki area dapur. Case tidak menanggapi kicauan Angela. "Dari miskin tiba- tiba hidup kaya. Rasanya seperti di Negri dongeng ya," ledek Angela lagi. "Negri dongeng, cinderella?" "Cinderella itu cantik, sedangkan kamu ...." Angela memindai penampilan sederhana Case dengan tatapan meledek.
1027.2K viewsCompletedAdded to Library 869 Times as resensi novel merry riana
Read
+Library
Ketika Istriku Mulai Membangkang

Ketika Istriku Mulai Membangkang

Cukup lama Melisa menunggu Lia selesai mengetik, membuat gadis itu jengkel. Jarinya kembali beraksi. [Mbak Lia, nulis pesannya jangan sambil nangis dong Biar nggak kelamaan ngetiknya] kembali Melisa mengirimkan pesan sebelum balasan dari Lia muncul. Clink! [Selamat ya buat Yoga dan Riana. Semoga Riana selalu bahagia sama Yoga dan nggak dibikin kekurangan nafkah kayak aku sama Chika. Sayang sekali pesta pernikahannnya terlihat biasa-biasa ajah. Nggak semewah yang dulu pernah di janjiin sama Bu Lasmi. Ku kira resepsinya bakal di adain di gedung mewah toh... tapi ternyata... Ah sudahlah!]
9.5243.0K viewsCompletedAdded to Library 6.8K Times as resensi novel merry riana
Read
+Library
SANG PENDEKAR LEMBAH NAGA

SANG PENDEKAR LEMBAH NAGA

Sena menyahut dengan melontar pertanyaan. "Benar, Sena," jawab Ramandika lirih. "Aku rasa, itu adalah hal yang wajar, karena mereka masih termakan isu kitab kuno Ajerwa yang mereka anggap masih ada di tanganmu," kata Sena sambil menikmati makanan yang baru saja dihidangkan oleh sang pemilik warung.
1032.5K viewsCompletedAdded to Library 715 Times as resensi novel merry riana
Read
+Library
Satu Malam Bersama Calon Besan

Satu Malam Bersama Calon Besan

tanya Rendi sambil mengelus wajah Cindy yang terlihat langsung berseri-seri dan masih terlena dengan sensasi yang melandanya saat ini. “Sangat! Yah, Tuhan! Sejak Suamiku meninggal, sudah lama aku tidak pernah merasakan klimaks seindah ini, demi Tuhan, Peter! Kau sungguh …,” kata Mira sambil menggapai wajah Peter sambil terengah senang. “Luar biasa, kau sungguh luar biasa,” tambahnya lagi sambil tersenyum bahagia. Mira mengerang lagi sambil merapatkan kedua pahanya karena gelombang klimaks itu belum berhenti melandanya saat ini. Ia begitu bahagia karena bisa merasakan sensasi yang begitu menyenangkan dan melambungkan jiwanya secara bertubi-tubi seperti saat ini.
105.2K viewsOngoingAdded to Library 130 Times as resensi novel merry riana
Read
+Library
Sang Penggoda

Sang Penggoda

balas Lala pada Rinjani. Dua mahasiswi cantik itu mengelilingi museum yang tidak ramai oleh pengunjung. Rinjani mengamati setiap benda kuno yang terpajang di sana, ia merasa nyaman dan senang berada di sana dan tidak menyesali perjalanannya. Lala tersenyum tipis melihat senyum mengembang dari bibir Rinjani memperhatikan benda sejarah di museum itu. “Benarkan, kalau kamu senang berada di sini. jujur aja, aku gak akan marah kok,” ucap Lala pada Rinjani.
3.1K viewsOngoingAdded to Library 90 Times as resensi novel merry riana
Read
+Library
Asmara dalam Prahara

Asmara dalam Prahara

Apresiasi kalian menjadi motivasi terbesar bagi Penulis untuk menyelesaikan novel yang sempat mangkrak berbulan-bulan ini. Sekadar informasi, bagi kalian yang sudah melakukan subcribe Asmara dalam Prahara di bawah April 2022, silakan melakukan subscribe ulang (unsubscribe lalu subscribe kembali). Agar kalian bisa menikmati revisi termutakhir dari novel ini. Semoga amanat dan pesan diterima dengan baik. Semoga hal-hal yang kurang berkenan dan bermanfaat bisa dimaafkan. Jika ada yang ingin disampaikan, jangan sungkan tinggalkan komentarnya. Jangan lupa follow I*******m Penulis untuk mendapatkan informasi terkini tentang karya Penulis lainnya.
1019.7K viewsCompletedAdded to Library 570 Times as resensi novel merry riana
Read
+Library
I Stuck On You

I Stuck On You

Resort ini benar benar sangat menakjubkan, banyak tempat indah di sini, dan ia hampir berkali kali mencari tempat untuk menulis novel di sekitar resort ini. “Boleh, tempat ini sangat bagus dan anginnya…sangat sejuk.” Kevin menyetujui sambil mengkhayati angin yang tiba tiba melewatinya. “Setuju! Novelku sudah di bagian bab akhir,” seru Riana senang. Semua temannya bertepuk tangan karena Riana lebih dulu yang akan menyelesaikan novelnya. “Aku juga sama.” Sambung Bagas, sehingga mereka bertepuk tangan lagi.
1010.8K viewsOngoingAdded to Library 279 Times as resensi novel merry riana
Read
+Library
Mengubah Takdir Selir Antagonis

Mengubah Takdir Selir Antagonis

Ia menepuk-nepuk pipinya untuk berpikir lebih logis agar mendapatkan hati Ratu dan menghindari akhir tragis nanti. “Diana, kapan pesta tahun baru dilaksanakan?” tanyanya. “Sekitar setengah bulan lagi Lady,” jawab Diana. Marielle mengangguk, ia menutup buku pertamanya. Dia menghela nafas berat karena pencariannya tak ketemu di buku pertama. Dia langsung mengambil buku kedua untuk menemukan cara agar ia kembali ke dunia asalnya. Buku tentang sihir semua Marielle ambil dan diletakkan di meja, berharap menemukan secerca harapan untuk pulang.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as resensi novel merry riana
Read
+Library
Terbangun Di Dalam Tubuh Antagonis Pemalas

Terbangun Di Dalam Tubuh Antagonis Pemalas

Pria Bangsawan itu mengangguk dan terus tersenyum dengan lembut. "Oh begitu hahaha ...." Ariana terus tertawa seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Kurasa aku terlalu fokus membaca novel sebelum tidur jadinya kebawa mimpi! Sudahlah aku tidur lagi! Badanku sakit semua! Aku harus cepet sadar dan pergi ke puskesmas besok terus kerja! Senang bertemu dengan kalian Tuan Ganteng, Nyonya Cantik! Adios omagos, bye bye!" Ariana dadah-dadah sebentar dan tersenyum, kemudian memejamkan kedua matanya lagi.
456 viewsOngoingAdded to Library 10 Times as resensi novel merry riana
Read
+Library
Choice

Choice

“History internetnya aja sampaikan kejujuran.” “Dibanned situsnya. Parah deh. Nyari di mana lagi coba?” canda Ray. Riyan tergelak. “Eh bentar tadi cewek yang rebutan novel sama kamu, usia berapa ya? Bocil banget. Masa bocil sudah baca novel dewasa.” “Iya ya, aku baru sadar. Jangan-jangan masih SMP. Parah. Untung aku beli ini novel. Kalau sampai itu bocil beli bisa rusak pikirannya.”
102.2K viewsOngoingAdded to Library 49 Times as resensi novel merry riana
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status