Menantuku Selalu Diam Di Kamar
"Kamu benar, Sayang. Untuk apa aku meladeni pria yang memang sudah tidak aku butuhkan lagi? Lebih baik kita senang-senang ya kan, Sayang. Ya sudah, ayo kita masuk ke dalam saja! Kita tinggalkan barang bekas yang sudah menjadi sampah, serta sudah tidak dibutuhkan lagi."
"Kamu juga kurang ajar, Wati, kamu menganggap aku dan juga Ibuku sampah! Justru kamu yang sampah karena telah melakukan perbuatan jahat, dasar perempuan sampah!" Roni membentak Wati, dengan dadanya yang naik turun serta napas yang memburu.