SUAMIKU MATI DI TANGANKU
“Jana … aku mau ngobrol sama kamu tapi kamu harus jauh-jauh dari Ardan. Jangan sampai dia dengar.”
“Iya, ngomong aja, Buk, ngga apa-apa,” balasku sambil melirik pada Ardan. Ardan memberi isyarat agar aku terus mengobrol dengan ibu.
“Kemarin … ada tamu,” kata Ibu membuka cerita.
“Tamu? Siapa, buk?”
“Seorang laki-laki.”
“Dia mau apa?”
“Entahlah, Ibu ngga tahu kalau dia itu lagi bohong atau apa.”