Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gemerlap Dendam Sang Pewaris

Gemerlap Dendam Sang Pewaris

Langit malam di atas rumah besar itu tampak gelap pekat, tapi suasana di ruang kerja lantai dua justru hangat oleh cahaya lampu yang kuning redup. Samudra yang semula menunduk pada tumpukan dokumen langsung menegakkan tubuh ketika pintu terbuka perlahan. Viska masuk dengan anggun, membawa bau parfum lembut yang langsung memenuhi ruangan. Wanita itu menatap putranya dengan senyum hangat yang tak pernah gagal membuat Samudra merasa dihargai.
10986 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai novel merindu cahaya de amstel
Baca
+Pustaka
WARISAN DEWA YANG TERSEMBUNYI

WARISAN DEWA YANG TERSEMBUNYI

Cahaya Kuil Air Mereka berenang melewati gerbang, memasuki kuil kuno yang dipenuhi patung-patung dewa laut. Di tengah ruangan, sebuah kristal biru berdenyut seperti jantung, memancarkan cahaya lembut. Nerida maju, menyentuh kristal itu. Cahaya biru menyelimuti tubuhnya, lalu masuk ke dalam dadanya. Semua merasakan getaran hebat, seolah lautan itu sendiri mengakui Nerida sebagai pewaris sejati.
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai novel merindu cahaya de amstel
Baca
+Pustaka
Bermain Api Dengan Nyonya

Bermain Api Dengan Nyonya

Udara di sini lebih tajam, membawa aroma tanah basah dan pinus yang menyerbu paru-paruku yang sesak. Mery Bramantyo melangkah mendahuluiku, tidak memedulikan gaun sutranya yang kini compang-camping dan ternoda lumpur hitam. Ia menyalakan lampu temaram yang memancarkan cahaya kuning keemasan, menyingkap interior ruangan yang minimalis namun sangat mewah. "Kau berantakan, Kendi," ucapnya tanpa menoleh. Suaranya rendah, bergetar halus di antara kelelahan yang luar biasa.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai novel merindu cahaya de amstel
Baca
+Pustaka
Cinta Merah Muda

Cinta Merah Muda

tanyanya setelah menyerah untuk mengingat rupa gadis itu. "Itu lho, yang pendiam." "Banyak kali cewek yang pendiam." Nugra langsung menjentikkan jarinya tepat di depan wajah Kalan, "Yang rambutnya pink. Pasti lo tahu kan?" Kalan tampak berpikir sejenak sebelum menjawab, "Yang suka mojok sendirian kayak nggak punya temen itu?" "Iya. Anak yang beda jurusan sama kita, dia sastra Inggris. Setau gue dia jomblo."
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai novel merindu cahaya de amstel
Baca
+Pustaka
Cahaya Mutiara

Cahaya Mutiara

kagum Rara. Sebuah cafe bertingkat, Jordan mengajak Rara menuju lantai paling atas tanpa atap. Rara terkejut bukan main, susana meriah pasar malam terpancarkan indah jika dilihat dari atas, lampu kelap-kelip dan bintang malam yang bertabur di langit malam, seakan memamerkan keindahan dunia yang tiada tandingannya. Mata Rara berbinar-binar seraya berputar badan dan merentangkan tangannya untuk melihat keindahan di sekelilingnya.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai novel merindu cahaya de amstel
Baca
+Pustaka
LUCID DREAM

LUCID DREAM

Helio kembali menjentikkan jarinya, cahaya ungu kembali keluar dari tangannya dan berlari menuju buku yang dimaksud. 'Hwamelton dan Mawar Hymnea' "Apaan ini? Judulnya seperti novel romansa," gumam Helio bergidik, bahkan desain bukunya seperti desain buku novel yang penuh ukiran indah dari pada buku kuno yang sudah berumur ribuan tahun.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai novel merindu cahaya de amstel
Baca
+Pustaka
Cinta Dalam Kilauan Senja

Cinta Dalam Kilauan Senja

kata Arif sambil melebarkan gulungan itu diatas peti. "Apa kamu, bisa membacanya, Arif?" Tanya Maya sambil melirik Arif yang nampak fokus dengan tulisan itu. "Tentu, Maya, aku sedang mencoba mengartikannya, disini tertulis, Harta Karun berada di puncak gunung Senja, pintu harta Karun hanya terbuka sebelum bulan purnama tiba ketika matahari terbenam" kata Arif dengan nada serius.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai novel merindu cahaya de amstel
Baca
+Pustaka
Tersembunyi di Balik Cahaya

Tersembunyi di Balik Cahaya

Aku kedinginan. Ketika aku membuka mata, saat itu kamar gelap gulita. Jendela tidak tertutup gorden, jadi aku masih bisa melihat cahaya bulan dan lampu dari sana. Dugaanku, sekarang masih subuh. Benar saja, ketika aku melihat ponselku, memang masih pukul lima. Ngomong-ngomong, jika tidak menyadari kasur dan bantal yang kupakai berbeda, aku bahkan lupa jika aku ada di rumah Janice saat ini.
687 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai novel merindu cahaya de amstel
Baca
+Pustaka
Tanah Larangan: Jangan Bawa Pulang Apa pun

Tanah Larangan: Jangan Bawa Pulang Apa pun

Semuanya berputar seperti kilas balik dalam cahaya kehijauan. Tiba-tiba, dari balik air danau, muncul sesosok bayangan perempuan berselendang hijau dan mahkota berkilau. Ia melayang mendekat, dan suara lembutnya menyentuh hati Reza. “Kau membawa luka, Reza… tapi juga cahaya. Dunia kami butuh penjaga yang seimbang.” Itulah Ratu Laut Kidul sendiri.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai novel merindu cahaya de amstel
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status