Dosenku Istriku
Entah kenapa dia selalu tahu dan selalu bisa menebak dari raut mukaku.
" Ya, begitulah. Tuh dosen kayanya harus dinikahkan, biar gak saraf kaya gitu. Masa udah 3 kali gue bikin makalah, tapi masih disalahkan lagi, lagi dan lagi. Kan, gila tuh orang. Mana hari ini gue disuruh berdiri di pojok sambil pegang kuping, persis anak SD," jawabku berapi api.
" Ha-ha-ha, dinikahkan? Maksudnya elo mau nikahi Bu Lidya, ya?" sahut Ilman meledekku. Menyebalkan.