Ups! Salah Suami
"Lagipula aku udah kenal Vicky kok, dia teman lama Anggun. Jadi untuk apa harus pake acara berdebar-debar segala toh kita udah temenan sejak lama."
Hermawan menghela napas, ia masuk ke dalam kamar lalu duduk di tepi ranjang dimana Anggun tengah duduk bersila sambil memandangi ponselnya tanpa jemu. "Nggun, nikah itu moment-nya tuh nggak kayak pas kamu lagi ultah. Tiup lilin, potong kue, lalu udahan. Tapi ini nikah, setelah akad nikah tanggung jawab kamu baru dimulai. Selain melayani suami, kamu juga dituntut untuk menjadi istri yang berbakti."
"Iya, iya, ngerti kok Paman. Ngerti," jawab Anggun lagi dengan fokus masih tertuju pada ponsel, sesekali ia mengerakkan ponsel karena efek bermain game
Hot Chapters