Balas Dendam Sang Pendamping Setia
kata sang host, seorang jurnalis perempuan bernama Maya, "buku Anda baru dirilis resmi kemarin, tapi sudah mencatat 50 ribu pre-order. Itu angka yang luar biasa untuk memoar di Indonesia. Menurut Anda, apa yang membuat pembaca begitu terhubung?"
Nayla menarik napas sebelum menjawab. "Saya pikir karena ini bukan kisah tentang korban sempurna yang kemudian jadi pahlawan sempurna. Ini kisah tentang manusia biasa—yang jatuh, salah langkah, lalu bangkit lagi, meski sering dengan cara yang tidak sempurna."
Maya tersenyum. "Ada satu kutipan dari buku Anda yang viral: 'Kita tak butuh pria untuk berdiri, tapi butuh hati yang jujur untuk melangkah.' Bisa jelaskan lebih jauh?"
Hot Chapters