Skandal Sang Ceo
Tak hanya itu dalam bayanganku juga anak-anak itu saling berebutan demi bisa membaca terlebih dulu, hal yang memang layak terjadi pada anak-anak namum terkadang membuat hatiku pun bahagia melihat tingkah mereka yang polos," Gumam Gendhis, seraya membayangakan reaksi anak-anak tersebut kala mendapatkan buku bacaan baru.
Namun, sekarang semua itu rasanya menjadi sebuah penyesalan yang mendalam, dalam hati Gendhis.
"Andai sore itu aku menuruti omongan Bapak, untuk tak nekat pergi kerumah pintar, mungkin pernikahan ini tak akan pernah terjadi." pikir Gendhis penuh sesal.
Teringat percakapan antara Gendhis dan Bapak kandungnya, sesaat sebelum gadis itu nekat untuk berangkat kerumpin.
Hot Chapters