Suatu Senja di Tanah Senja
“Tidak, jangan salah paham. Aku mengutuki ibuku karena begitulah cara menegaskan cintaku padanya. Justru, saat aku berbicara manis dan penuh kemesraan, dia akan memukuliku sampai aku bersumpah serapah. Kau tahu kenapa? Karena saat kami saling mengutuk dan bersumpah serapah, maka semuanya baik-baik saja.”
“Apa maksudmu?”
“Ah, ya. Kau pasti tak mengerti sedikitpun. Memang, cinta yang seperti itu hanya bisa dipahami penulis.” Dia kembali tertawa kecil. “Namaku Pramoedya, aku pemuda yang suka menulis dan menjunjung tinggi kejujuran. Siapa namamu?”
“Mardian.”
“Aku rasa kau beberapa tahun lebih muda dariku. Berapa usiamu, mengapa kau ikut ditangkap?”
ตอนยอดนิยม