Pusaka Idaman Gadis Desa
Dengan gerakan sangat perlahan namun penuh keyakinan, Silvi menurunkan resleting tersebut, mengeluarkan pusaka besar milik sang mantri yang sudah menegang maksimal serta berdenyut hangat.
Pusaka itu berdiri gagah dan menantang, memamerkan urat-urat yang menonjol di bawah cahaya rembulan yang menyelinap masuk lewat celah-celah atap rumbia yang rapuh.
Silvi menelan ludah sejenak, matanya menatap lapar pada keperkasaan Tresna yang selalu membuatnya merasa aman sekaligus berhasrat. Ia memegang pangkal pusaka itu dengan kedua tangan, merasakannya berdenyut kuat di telapak tangan.