Love, Lies, and The Price of Desire
tambah Gusti, mengundang gelak tawa yang lebih besar.
Rinjani mendengarkan, senyum tipis di bibirnya tetap mengembang. Percakapan berlangsung santai, mengalir, namun ia masih merasa seperti seorang pengamat, mengarungi dengan hati-hati. Ia telah membiarkan dirinya menikmati momen itu tanpa syarat. Baru hitungan hari ia mengenal mereka, kecuali Lila, tetapi kehangatan dan percakapan ringan ini menghadirkan rasa persahabatan yang sudah lama ia rindukan.
“Tapi bicara soal perpaduan kontras yang harmonis, menurutku Alexander McQueen yang agung tak ada lawan. Gelap dan dramatis tapi kental, lembut, dan romantis. Sama seperti pahit dan manis.”
Hot Chapters