Kisah Cinta sang Kurir
Dia tersenyum dan menjabat tanganku, dengan ramah menyapaku sebagai Pak Jodi.
Suara lembut dan tangan yang lemah gemulai itu membuat pikiranku kembali melayang ke malam yang penuh gairah itu.
Tenggorokanku terasa kering, dan sebuah perasaan aneh muncul dalam hatiku, seolah-olah ada sehelai bulu halus yang mengusap lembut di hatiku.
Dari sudut mata, aku melihat Candra berdiri di sana sambil tersenyum dengan ekspresi aneh. Perasaan aneh yang kurasakan makin kuat.