Jimat Tali Mayat
Puncak akhir pergumulan yang diharapkan belum kunjung ada tanda-tanda menyapa, hingga tidak sadar jika desah perempuan itu perlahan-lahan berubah seperti mengorok keras.
“Aku sudah bilang tadi, ‘kan? Akan kubuat kamu tidak bisa bangkit lagi kali ini, Sayang. Ini adalah ... uhuk! Uhuk!” Basri terbatuk-batuk seraya mengendus-endus kuat. Wewangian yang sebelumnya menyebar harum memenuhi ruangan, kini mendadak hilang. Berganti seperti bau yang pernah dia hirup sebelumnya. Entah di mana dan kapan. Namun jelas, kesadaran lelaki itu pun sedikit demi sedikit kembali mengalungi seisi kepala. Mampu membuatnya berpikir perlahan-lahan kemudian. “ ... Seperti bau bangkai,” gumamnya seraya menghentikan g
Bab Populer