BENALU
Walau di madu, tetap saja Dewi bisa menutupi dengan alasan konyolnya.
“Aku kenal kamu Dewi, kamu nggak usah menutupi aib suamimu ini!!” ucapku seraya menyeringai. Suasana di sini sudah mendingan, sudah banyak yang pergi, tak seramai tadi. Tapi masih tetap ada orang yang masih merhatiin kami, mungkin dia masih penasaran kami ribut. Kulihat Rama, dia romantis sekali dengan selingkuhannya. Selingkuhannya itu membersihkan darah segar, yang mengalir dari sudut bibir Rama karena tonjokkanku tadi. Dasar tak punya hati. Mereka benar-benar tak memikirkan hati Dewi, apalagi Dewi sedang hamil.
“Apa yang mau di tutupin? Dia memang bukan suamiku? Dia istrinya!” ucap Dewi seraya menunjuk perempuan, yang m