Antara Cinta dan Luka
Bau jahe hangat dari termos Rian naik ke hidung, bercampur susu bayi dari botol steril di meja samping, bau antiseptik dingin dari lorong, dan bau hujan yang baru saja lahir.
Inner monologue Naya:
Hujan ini sama seperti malam aku tahu aku hamil. Tapi sekarang ada Baby Rain. Ada Mama yang jalan lagi. Ada Lara yang takut kehilangan. Ada Rian yang tak pernah lepas tangan. Hujan ini bukan akhir. Ini permulaan.
“Ma… kamu jalan lagi,” Naya air mata jatuh ke sprei putih, suara getar seperti nada minor yang menunggu resolusi.