Antara Cinta dan Luka
Jakarta di luar jendela kafe bergerak cepat—motor melaju di genangan air, pedagang cilok berteriak, dan lampu neon mulai menyala meski baru sore.
"Ayah cuma bilang kita harus bicara, sebelum ‘terlambat.’ Aku nggak ngerti apa maksudnya, May. Tapi konser ini bisa bayar tagihan Mama. Aku nggak punya pilihan." Ia menceritakan detail pertemuan di studio, jari-jarinya menari di tuts piano, akor yang Rian mainkan, dan bagaimana matanya seolah melihat luka Naya.