Payung Yang Jebol
Pekarangannya memang paling luas.
“Mereka anak-anak kuliah, kok.” Ada yang nyletuk kaya gitu, tapi entah siapa. Anak kampus, masa sih? Ka-ka-en, masa sih? Mengapa mengamen. Bukankah yang biasa sekolah tinggi itu anak orang berjubel duit? Tung plak-tung plak jer! Sarni Trilili dan Surip Sasawati sudah ikut sikut-sikutan mencari tempat. Ngiikk-ngook….ngik-ngokkk suara gesekan biola. Penari menari di tengah arena, dekat api unggun, memakai topeng sambil memegang kertas kucel. Surip Sasawati tersenyum kecut, tak bisa melihat wajah ganteng penari yang dibelit topeng monyet. Sarni Trilili tertawa dalam hati. Pengamen jantur itu mulai meneriakkan syair-syair Jawa sambil menari-nari.
Chapitres populaires