KKN di Desa Penari' adalah salah satu cerita horor lokal yang beredar luas di media sosial dan sempat menjadi viral karena atmosfernya yang menegangkan. Awalnya, cerita ini disebarkan melalui thread Twitter oleh akun @SimpleM81378523 pada tahun 2019, yang kemudian dikembangkan menjadi novel oleh SimpleMan. Ending aslinya cukup tragis dan penuh dengan elemen supernatural yang kental. Dalam versi yang paling banyak diterima, kelompok KKN yang terdiri dari beberapa mahasiswa akhirnya terjebak dalam kutukan desa setelah melanggar berbagai pantangan, seperti menghina penari misterius dan merusak sesajen.
Konflik mencapai puncaknya ketika satu per satu anggota kelompok mulai menghilang atau mengalami nasib mengerikan. Ada yang gila, ada yang tewas secara misterius, dan beberapa bahkan dikatakan 'diambil' oleh makhluk halus. Endingnya sendiri menggambarkan bahwa hanya sedikit yang selamat, itupun dengan trauma berat. Salah satu karakter utama, Nur, disebut-sebut menjadi 'pengantin' bagi roh penari tersebut, menyelesaikan ritual yang tidak mereka sadari telah mereka ganggu.
Yang menarik dari cerita ini adalah bagaimana endingnya tidak benar-benar memberikan resolusi bahagia, melainkan lebih seperti peringatan tentang menghormati adat dan kepercayaan lokal. Nuansa 'desa terkutuk' dan karma kolektif sangat kental, membuat pembaca merasa ngeri sekaligus terpikat. Beberapa versi bahkan menyebut bahwa desa itu sendiri 'menutup diri' setelah kejadian, seolah menghilang dari peta.
Adaptasi filmnya pada 2022 memberi sedikit variasi pada ending, tapi inti tragisnya tetap sama. Bagiku, kekuatan cerita ini justru terletak pada ketidakpastiannya—apakah semua itu benar-benar terjadi atau hanya halusinasi massal? Nuansa ambigu itu yang bikin nagih!