Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terjebak dalam Dunia Bellucci

Terjebak dalam Dunia Bellucci

"Apakah berdarah?" "Sedikit." Aku berbohong. "Demam tinggi." Pria itu langsung mengambil beberapa obat. "Kalau begitu saya sarankan antibiotik ini, obat penurun panas, pereda nyeri, cairan antiseptik, kasa steril, perban elastis..." Aku mengangguk cepat. "Baik." Beberapa menit kemudian semua barang dimasukkan ke kantong.
454 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai obat cantengan di apotik
Baca
+Pustaka
Menantu Hina Itu Ternyata Ahli Obat

Menantu Hina Itu Ternyata Ahli Obat

kata Dirlan lambat-lambat sambil berdiri kemudian duduk di atas meja dan menghadap lurus ke arah Marcel yang masih terduduk tegak di bawah todongan senjata api dari kedua anak buahnya. “Begitu?” decih Marcel dengan suara mengejek. “Kamu jangan terlalu percaya dengan kabar burung yang mereka sebarkan, aku hanya warga biasa yang merantau. Kalau aku memang benar ahli meracik obat, mana mungkin aku berkeliaran tanpa senjata? Sudah pasti aku akan menyibukkan diri di lab sepanjang hari.”
8.312.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 471 kali sebagai obat cantengan di apotik
Baca
+Pustaka
Legenda Tongkat Semesta

Legenda Tongkat Semesta

“Baiklah, dimana gedung pengobatan kalian? apa kalian menciptakan pil menggunakan sebuah tungku?” tanya Lintang memastikan. “Gedung pengobatan ada di wilayah selatan berguruan dan tentu saja kami menggunakan tungku,” jelas Bangga Sora. “Kalian pasti masih menggunakan tungku api manual bukan? tungku yang menggunakan kayu bakar untuk memanaskan,” kembali Lintang memastikan.
1013.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 421 kali sebagai obat cantengan di apotik
Baca
+Pustaka
Jangan Menangis, Nona! Tuan Muda Akan Memanjakanmu

Jangan Menangis, Nona! Tuan Muda Akan Memanjakanmu

Itu adalah struk pembelian obat yang dilakukannya malam itu di sebuah apotek yang ada di dekat Pine Mart. Obat yang sebagian besarnya merupakan pereda nyeri, antibiotik dan disinfektan. Orang bodoh mana yang tak tahu bahwa itu adalah kombinasi obat untuk sebuah luka? Terlebih, Erick menemukan di dekat kaki Tuan Kael itu ada selembar kertas yang mengkonfirmasi bahwa kartu yang digunakan untuk membayarnya adalah milik Erick.
9.534.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 798 kali sebagai obat cantengan di apotik
Baca
+Pustaka
VIDEO PERNIKAHAN SUAMIKU

VIDEO PERNIKAHAN SUAMIKU

Sedang Susanti disuruh beli daun sirih. “Aaaa ... pedih! Tolong ini sakit sekali.” “Apa ada obatnya, Ren?” “A—da di tas!” Aku membongkar tas Reni dan mengambil obatnya. Segera kuberikan pada dia yang sedang berendam di bak. Mirip anak bayi mandi jadi hanya bagian pantatnya saja yang direndam. “Biasanya obatnya bereaksi berapa menit, Ren?” “Aku tidak tahu. Ya, Tuhan ini sakit sekali.”
10146.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.4K kali sebagai obat cantengan di apotik
Baca
+Pustaka
White Love

White Love

"Nggak usah, Bu. Tadi udah beli obat di apotik. " "Ya sudah, istirahatlah. " Ibu menutup pintu pelan. Netranya terlihat sayu seolah menyimpan duka yang mendalam. Kantuk ini seolah tidak tertahan lagi. Mungkin karena pengaruh obat yang kuminum tadi. ***
106.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai obat cantengan di apotik
Baca
+Pustaka
Wanita Malam Sang Presdir

Wanita Malam Sang Presdir

Dia tidak ingin pekerjaan kantornya akan salah semua karena pikirannya sedang sangat berantakan. Ellena masuk ke dalam sebuah apotek yang letaknya tidak begitu jauh dari rumah kosnya. Dia segera menemui penjaga apotek untuk menanyakan obat yang dia cari. “Siang Mbak, mau cari obat apa?” tanya penjaga Apotek itu. Ellena mencondongkan tubuhnya ke depan agar lebih dekat dengan si pelayan, “Mbak, ada nggak obat buat mencegah kehamilan?” tanya Ellena sedikit berbisik.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai obat cantengan di apotik
Baca
+Pustaka
Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!

Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!

Vitamin A, B, C, D, E sampai Z — aku baca semuanya padahal otakku kosong karena tidak pernah membeli obat kuat. “Mas, cari obat apa?” tanya petugas apotek. Aku menelan ludah. “Ehm—yang buat… stamina… pria.” “Oh, obat kuat.” Petugas itu mengangguk santai, seolah aku baru saja minta permen. Dia mengambil satu kotak kecil dan meletakkannya di meja. “Ini yang paling sering dibeli, jamin tahan sampai pagi.”
1039.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai obat cantengan di apotik
Baca
+Pustaka
Karir Melejit Setelah  Dicampakkan Suami

Karir Melejit Setelah Dicampakkan Suami

Kata Candra melihat kondisiku yang makin lemah. “Enggak ah, ini demam biasa aja kok, ntar juga turun sendiri,” jawabku. “ayolah Re, setidaknya biar ditangani oleh ahlinya,” ucao Candra. “Aku nggak papa Ndra, beneran. Nanti juga turun sendiri kok,” jawabku kekeh. “Ya udah, ini minum obatnya, aku udah beliin obat diapotik,” terangnya.
9.656.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai obat cantengan di apotik
Baca
+Pustaka
Awas Nyonya, Nanti Ketagihan!

Awas Nyonya, Nanti Ketagihan!

Setelah berjalan sekitar seratus meter dengan kepala yang kian berputar, ia melihat sebuah apotek kecil di pinggir jalan. ​Reni melangkah masuk ke dalam apotek yang sejuk karena pendingin ruangan. Aroma obat-obatan yang khas menyengat hidungnya. Ia menghampiri meja kasir dengan tubuh yang sedikit membungkuk menahan lemas. ​"Mbak... beli minyak angin aromaterapi sama vitamin penurun demam, satu," ucap Reni lirih kepada petugas apotek yang berjaga.
12.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 440 kali sebagai obat cantengan di apotik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status