Kulakukan Demi Keluarga
Aku tersenyum getir tanganku mengeratkan selimut, aku tak mau di sentuh lagi olehnya, "Untuk apa kamu memaksa ku makan? Biarkan saja, aku di sini mati perlahan!"
"Hah, mati, kamu gak memikirkan perasaan Ibu dan Adik-adik mu? bagaimana dengan mereka, kalau anggota keluarganya yang sangat mereka andalkan ingin mengakhiri hidupnya, kamu fikirkan itu Nona!"
"Tak ada gunanya lagi aku hidup, aku sudah menjadi aib keluarga, lebih baik aku mati!"
Nafas hangat Devan mengenai telingaku. Dia memelukku dari belakang dengan erat, membuat tubuhku menegang seketika. Mau apalagi dia?
Bab Populer