Om Bule Kekasihku
Hari pembukaan pameran tiba.
Galeri Kopenhagen dipenuhi cahaya dan percakapan rendah. Karya-karya Nadia terpajang dengan jarak yang memberi ruang bernapas. Orang-orang berhenti, menatap lama, berbisik. Beberapa tersenyum, beberapa terdiam, tanda bahwa lukisan-lukisan itu bekerja.
Seorang kurator mendekat.
“Karyamu terasa seperti percakapan,” katanya. “Tentang jarak yang dipilih, bukan dipaksakan.”