Perfect Love
Rendra menghela napas berat seraya menampar pipi kanannya untuk membuatnya sadar.
"Apa aku benaran jatuh cinta sama dia? Aduh, Ren, kau ke sini bukan untuk cari jodoh," ujar Rendra sambil merasakan detak jantungnya yang berdegup kencang. "Please, sadarlah. Sebelum papa tahu."
Rendra mematikan drama cinta itu dan pergi menuju ke kamar untuk beristirahat.
"Greeet, greeet, greeet!"