Kupu-kupu Kertas
Di bibirnya terselip sebatang rokok kretek, dadanya yang kurus dengan kalung dari tulang belulang tampak kembang-kempis menghisapi nikotin yang dirasakannya seperti nikmat surgawi, meski ia tahu ada asap yang lebih nikmat dari ini.
“No woman, no cry
No, no woman, no woman, no cry… woyo
yo
yo
mulutnya yang ditumbuhi kumis tipis monyong-monyong tidak jelas, sembari sibuk mencampur berbagai macam minuman di bar panjang yang dilapisi kayu mahoni.
“Udahan deh, Malah nyanyi-nyanyi nggak jelas! Sakit kuping gue.
Hot Chapters