Kelana Penyintas Waktu
cakap Radeya.
"Kalian ini. Sudah hampir 1 tahun ikut sama kami, masih belum lancar juga," ledek Fritz.
"Hurufnya rumit, Kak," kilah Firman.
"Habis lihat huruf itu, mataku jereng," papar Radeya.
"Kamu kalah sama tetehmu," cibir Fritz.
"Teh Kim memang paling pintar di keluarga kami. Aku ngaku kalah," sahut Radeya. "Tapi, dibanding semua saudara laki-laki, aku paling cakep," akunya.
Bab Populer