Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MONSTER

MONSTER

HAHAHA. Astaga, otakku benar-benar harus dibersihkan. Ditengah perjalanan tiba-tiba Jenan menepikan motornya dan mengambil handphone yang ada di saku baju seragamnya. 'Alice' Ah, ternyata itu panggilan dari Alice. Sudah lama sekali aku tidak mendengar kabar soal dia semenjak kabar dia berpacaran. Entah kenapa tiba-tiba hatiku merasa gelisah sendiri. Seperti ada perasaan yang tidak enak dan sulit untuk dijelaskan.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai otome sekai wa mob
Baca
+Pustaka
Marga Kuromori

Marga Kuromori

Otak enam orang ini berpikir keras untuk mendapatkan bahan obrolan yang saling memancing, sebelum batu memecahkan kaca kamar bagian belakang—bekas Mirae tidur waktu pertama kali ke Kuromori. Langkahnya bagai gemuruh bumi yang siap meluluhlantakkan orang-orang dan apapun bangunan yang mereka ciptakan dengan sombong sebab hanya mereka yang bisa membuat bangunan megah. Teriakannya merupakan petir di gelapnya langit saat matahari menunjukkan eksistensinya lantas tak berdaya sampai sinar meredup digantikan awan pembawa hujan badai. Amukan itu hanya tertuju pada salah satu orang yang sekarang menikmati hal-hal duniawi bersama para wanita cantik serta sake di meja. Dua wanita itu cekikikan setelah
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai otome sekai wa mob
Baca
+Pustaka
MOIROE

MOIROE

Cato mengedipkan matanya dan tertawa lepas setelahnya. Alma mengepalkan kedua tangannya, dia benar-benar sangat ingin memukul werewolf dihadapannya sekarang. Ah, jika saja dia lebih kuat dari mereka sudah pasti dia akan memastikan werewolf yang satu ini memohon dirinya untuk memaafkannya. Di saat yang sama, Neo menghampirinya dan memberi jitakan kecil di dahinya, "Jangan terlalu banyak berpikir, kau tidak akan bisa mengalahkan kami."
1026.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai otome sekai wa mob
Baca
+Pustaka
Suami Sekaku Batako

Suami Sekaku Batako

gumannya lalu tersenyum kecil menatap ke arah layar ponselnya. Tiba-tiba ... Tok! Tok! Sebuah ketukan terdengar di kaca mobil itu. Shassy pun menoleh ke arah kaca mobil yang ada di seberang tempatnya duduk dan melihat sebuah wajah yang tidak asing menempel di sana. "Gila, ngapain dia di sini," gerutu Shassy sambil membuka pintu mobil.
106.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai otome sekai wa mob
Baca
+Pustaka
AMORAGA

AMORAGA

teriak Gita. Jeha tahu ada yang tidak beres. Ia membuka seatbel nya lalu turun dari mobil melihat siapa orang yang tiba-tiba berhenti di depannya. Namun, cahaya malam membuat Jeha harus menyipitkan matanya untuk melihat siapa orang itu. Bahkan lampu mobilpun tidak membantu penglihatannya. Tiba-tiba saja, seseorang datang dari arah belakang untuk memukul Jeha. Untungnya Jeha cepat tanggap dan bisa menangkis pukulan itu. Amora yang melihat keributan di luar langsung turun dari mobil disusul Gita. Namun cewek itu langsung dibekap dan dibawa pergi oleh beberapa orang. Gita hanya bisa berteriak sambil mencoba menolong Amora. "Ra!"
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 288 kali sebagai otome sekai wa mob
Baca
+Pustaka
Koma

Koma

Berusaha meyakinkan diriku bahwa ini adalah keputusan konyol yang tepat. "Ok." Rimba memamerkan senyumanya yang lebih mirip seringai. Membuatku bergidik ngeri.  Seroja (Oja) ============================= ================ Salam dari perempuan yang baru disini.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai otome sekai wa mob
Baca
+Pustaka
RD. SEIYA SEKATA

RD. SEIYA SEKATA

Rade duduk di meja kerjanya, sementara Rafly langsung masuk ke ruangannya. Saat Rade hendak menyalakan komputer, tiba-tiba Aden duduk di sampingnya. “Eh, Nona RM Saiyo Sakato. Kamu gak malu ya jalan sama suami orang,” ucap Aden sinis. “Eh, kamu mulutnya bisa dijaga gak? Lagian siapa itu RM Saiyo Sakato,” Rade terdengar marah. “Ya kamu lah, kan yang namanya Seiya Sekata cuma kamu di kantor ini.”
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai otome sekai wa mob
Baca
+Pustaka
DINODAI SEPUPU

DINODAI SEPUPU

Hatinya sangat sakit setiap berhadapan dengan laki-laki itu. Hana tiba-tiba dikejutkan getaran pesan masuk dari ponselnya. Dia pun melihat layar. Dia kembali menitikkan air mata membaca pesan tersebut. Luka yang belum kering, kini sengaja disiram dengan air garam. Perih. “Chat dari siapa, Han? Kenapa kamu nangis?” tanya Amira.
5.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai otome sekai wa mob
Baca
+Pustaka
Mate

Mate

Aku langsung mengalihkan pandanganku. Mas Wira mengetuk-ngetuk kaca mobil di sebelahku. Aku otomatis menoleh dan menurunkan kaca jendela mobil. “Ayo, turun!” Aku menaikkan kaca jendalanya lagi, lalu membuka pintu mobil. Aku, Alfa dan Hafiz mengekori Mas Wira. “Mas, mau itu. Haus.” Aku menahan tangan Mas Wira agar berhenti dan menunjuk ke arah stan kecil yang menjual berbagai macam minuman.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai otome sekai wa mob
Baca
+Pustaka
Terlilit Hutang : Dinikahi Pewaris Kejam Nan Tampan

Terlilit Hutang : Dinikahi Pewaris Kejam Nan Tampan

Kalimat terakhir yang di ucapkan Seiji memang keluar dari dasar hati dan kerinduannya yang sebenarnya. "Bereskan dia!" perintah Omura kepada pelayan lainnya agar mengangkat mayat pelayan yang sudah dia bunuh dengan pisau terbangnya tadi. "Jadi kalian datang karena berita mengenai Saito? Atau kalian mau pamer kemesraan di depanku?" tanya Omura dengan nada dingin tanpa keramahan sama sekali. Alin bisa mendeteksi aura membunuh di tubuh Omura yang kembali duduk di kursinya di depan Alin dan Seiji, hanya di halangi meja rendah di depan mereka yang masih ada cangkir dan poci teh.
1028.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai otome sekai wa mob
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status