Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sentuh Aku Lagi, Sayang!

Sentuh Aku Lagi, Sayang!

“Oke. Aku siapin chat pembuka.” Pukul sembilan tepat, Rendra memulai sesi pertamanya. Awalnya sedikit canggung—bicara ke layar, menyesuaikan nada bicara agar tetap hangat meskipun jarak memisahkan. Namun setelah lima menit, instingnya sebagai terapis mengambil alih. Dia berbicara dengan tenang, mendengarkan dengan saksama, memberi saran yang tidak menggurui. Dara, di seberang meja, sibuk membalas pesan-pesan dari calon klien. Ada yang bertanya tentang tarif, ada yang malu-malu bertanya apakah masalah mereka ‘normal’, ada juga yang langsung ingin membuat janji.
1036.7K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as our 30 minute sessions
Read
+Library
TimeLess

TimeLess

hanya ekspresi kebahagian yang Rasya tunjukkan. Robby mengajak Rasya duduk di ujung ruangan dan menyuruhnya menunggu. Robby membawakan segelas Coffe Americano dan beberapa camilan. "Maukah kamu menungguku hingga jam 8.30 pm? Aku akan bergantian shift setelah itu."Ucap Robby meminta Rasya menunggunya selesai kerja. Rasya menanggukkan kepalanya dengan senyuman.
9.95.1K viewsCompletedAdded to Library 168 Times as our 30 minute sessions
Read
+Library
Sang Pemuas Hasrat Wanita Kesepian

Sang Pemuas Hasrat Wanita Kesepian

kata wanita itu, lalu membersihkan dirinya dengan tisu. Sesi panas mereka terhenti sejenak, Angga mengangkat alis ketika dia duduk di kursi lagi. Melepas lelah sesaat. “Dan dua sesi lainnya di minggu ini?” kata Angga mengingat kembali jadwal bookingnya dengan Nana.
1055.4K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as our 30 minute sessions
Read
+Library
Menjadi Istri Cadangan Sang Tuan

Menjadi Istri Cadangan Sang Tuan

Dia duduk di kursi kebesarannya, lalu mulai membuka laptop. Almora hanya membalas dengan anggukan. Dirasa tidak ada lagi yang perlu dibicarakan, Almora memutuskan pergi ke mejanya. Jadwal hari ini mesti diatur lagi agar nantinya tidak berantakan. Meeting hanya dilakukan selama 30 menit, paling lama 90 menit. Dilanjut makan siang dan kembali ke kantor. "Kamu punya pulpen?" tanya Calderon.
1.6K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as our 30 minute sessions
Read
+Library
Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Di dapur kecil klinik, ia menyeduh teh melati sambil mengecek agenda harian di tablet. Di ruang konsultasi, Ayu sudah datang lebih dulu. Ia sedang menyiapkan alat tulis dan kertas catatan untuk sesi pertama hari itu. Meja-meja sudah rapi, aromaterapi menyala, dan musik instrumental lembut mengalun. "Selamat pagi, Mbak Anya," sapa Ayu sambil tersenyum. “Hari ini kita ada tiga sesi privat dan satu kelas kelompok kecil. Sudah banyak yang antusias.”
102.4K viewsCompletedAdded to Library 82 Times as our 30 minute sessions
Read
+Library
Holiday to Wedding Day

Holiday to Wedding Day

Aku ikut tertawa, tentu saja. "So?" Arnold meminta kepastian dariku. Seluruh kulit wajahnya bersemu merah hingga beberapa saat lamanya. Terus terang aku bingung. Besok gari pertama 3 Months Holiday, tidak mungkin membolos atau bagaimana. Tapi di sisi yang lain, aku juga butuh waktu untuk berada di luar rumah setiap hari, meskipun hanya sebentar. Serasi dengan pekerjaan yang ditawarkan Arnold sebenarnya, karena hanya membutuhkan waktu tiga jam setiap harinya. Tiga jam setengah lah, kalau dihitung bersama waktu berangkat dan pulang. Itu tidak lama karena toh selama dua belas hari ini aku juga hanya menghabiskan banyak waktu di rumah.
107.2K viewsCompletedAdded to Library 201 Times as our 30 minute sessions
Read
+Library
Cantik After Divorce (Janda Naik Kelas)

Cantik After Divorce (Janda Naik Kelas)

"Pasti." "Jangan telat." "Pasti." "Video call tiap hari." "Sehari tiga kali juga boleh." Raana mengangkat wajahnya lagi. "Empat kali." "Siap." "Lima kali." Emir menggeleng geli. "Kalau meeting?" "... Ya udah. Tiga kali aja." Emir mengusap hidung Raana dengan ujung jarinya. "Hitung mundur tujuh hari." Raana mengangguk.
101.5K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as our 30 minute sessions
Read
+Library
Kapan Kamu Menyentuhku?

Kapan Kamu Menyentuhku?

kata Nuri dengan senyuman amat merekah. "Boleh, silakan diisi formulir ini dan membayar uang pendaftaran satu juga rupiah dan uang kursus pernah tiga semester sebesar tiga juta rupiah. Jadwalnya seminggu tiga kali. Dari jam sembilan pagi sampai jam dua belas siang. Senin, Rabu, dan sabtu. Bagaimana?" Nuri mengangguk setuju. "Jika saya mau ambil kelas setiap hari bisa gak, Mbak?" tanya Nuri lagi.
1054.5K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as our 30 minute sessions
Read
+Library
Suamiku Tidak Tahu Aku Banyak Harta

Suamiku Tidak Tahu Aku Banyak Harta

seakan khawatir, ia menanyakan ini padaku. "Satu minggu saja. Dan kata mama, terapi ini satu bulan sekali, karena mama mengambil terapi bulanan, bukan harian. Dan waktunya satu minggu saja," jawabku, seperti yang dikatakan mama Lina dan papa Bondan waktu itu. "Apa kamu ikut, dan selalu ada di sampingku?" pertanyaan ini, yang membuat keningku berkerut. "Maksud kamu? Yah jelas, aku ikut dengan kamu. Dan selalu ada disamping kamu semasa perawatan,"
1071.0K viewsCompletedAdded to Library 2.0K Times as our 30 minute sessions
Read
+Library
Kembalinya Sang Ahli Waris Terhebat

Kembalinya Sang Ahli Waris Terhebat

Sepuluh menit adalah waktu yang terlalu sedikit untuk menjelaskan konsep mereka. Paul tersenyum. “Aku yakin kalian tahu tujuan dari aturan tersebut. Setiap kelompok memiliki waktu tiga menit untuk mempersiapkan presentasi.” Semua kandidat seketika berdiskusi dengan rekan-rekan mereka. “Aku tidak menduga jika waktu presentasi sesingkat itu. Aku mengira kita akan mendapatkan waktu setengah jam. Kita harus segera menyusun ulang rencana kita,” kata Randy seraya melirik kelompok lain.
1018.7K viewsCompletedAdded to Library 654 Times as our 30 minute sessions
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status