KEMBALINYA SANG RATU
Lintang mencatat semua itu, seperti sedang memahat sebuah jalan baru dalam dirinya.
Malam itu, langit Seoul terbuka dengan ribuan bintang. Dalam keheningan yang melingkupi, Lintang membuka layar komputer. Madrasah Langit malam itu mengadakan diskusi daring. Dari Papua, seorang pemuda muncul, membawa kabar tentang laut dan gelombang, tentang suku-suku yang mulai tertarik belajar bersama, bukan sebagai objek pembangunan, tapi sebagai subjek kebudayaan.