Pungguk Merindukan Bulan
"Duduk saja dulu, Hira. Kita pesan makanan dulu saja, ya? Kamu mau makan apa, spaghetti atau apa? Tulis saja Hira, atau sini biar Abang saja yang tulis?"
Derya sungguh berapi-api sekarang. Terlebih setelah sejenak mengamati mimik wajah sekaligus gesture tubuh gadis cantik dan lembut itu. Belum-belum harapan akan kesuksesan sudah berkilauan di depan mata. Selama menuliskan menu makanan untuk mereka, sesekali Derya melirik lembut namun dalam ke arahnya. Memastikan kalau ini adalah sebuah awalan yang sangat tepat.
"Hira minumnya lemon tea saja, Bang." kata Hira usai menyebutkan salad buah dan selat Solo sebagai menu pilihan, "Soalnya sudah malam ini, biar lemak nggak menumpuk di perut. Hehe."
Hot Chapters