Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pembantu Rasa Nyonya

Pembantu Rasa Nyonya

Padaku ~~~ Surat cintaku yang pertama Membikin hatiku berlomba Seperti melodi yang indah Kata-kata cintanya Padaku Hari ini ku gembira Melangkah di udara Pak pos membawa berita Dari yang kudamba Ucapan semanis madu Tiga lembar rayuannya Rasanya tak puas hati Kuulangi lagi Satu, dua, dan tiga Kumulai membaca Surat cintaku yang pertama Membikin hatiku berlomba Seperti melodi yang indah Kata-kata cintanya Surat cintaku yang pertama Membikin hatiku berlomba Seperti melodi yang indah Kata-kata cintanya Padaku ~~~
9.81.3M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36.4K kali sebagai padhang mbulan lirik
Tampilkan Ulasan (144)
Baca
+Pustaka
Penghujung Cerita
Rani tidak sadar bahwa dari dulu mas Suma xpernah suka wanita dan wanita pertamanya adalah Rani kalu Suma curang knpa dari dulu tidak buat knpa baru skrng pdhl dia duda udah lama menurutku paling hebat itu Dewi ngk ada wanita lain..
Astika Buana
Terima kasih sudah membaca cerita ini. Ikuti cerita lainnya dengan ketik di kolom pencarian: astika buana. . Terima kasih. Sayangi diri kalian dengan selalu bahagia, apapun keadaannya. . LOVE astika Buana
Baca Semua Ulasan
CINCIN TAK BERTUAN

CINCIN TAK BERTUAN

Sobat, maafkan aku mencintainya Aku sungguh tak bermaksud membuatmu tak berarti Mendambakannya Merindukannya Grup band PADI Lagu itu mampu membawa pada khayalan tingkat tinggi. Lumayanlah menghilangkan kejenuhan. Biarkan saja semua rasa yang melanda pergi jauh. Sudah saatnya untuk pejamkan mata sambil menikmati liriknya, walau batin menangis.
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 206 kali sebagai padhang mbulan lirik
Baca
+Pustaka
Antara Cinta dan Luka

Antara Cinta dan Luka

LED wall hujan digital jatuh pelan, lampu biru menyala dari bawah panggung. Maya harmoni, suara lembut Bali. “Dari panti ke panggung… Mama denger kami nyanyi…” Lara bridge—suara jernih naik empat oktaf, tangan kecil di dada. “Aku kecil, tapi suaraku besar… Bali Rain bawa aku pulang…” Ratna masuk chorus—berdiri tanpa tongkat, suara serak tapi kuat. “Mama… kami bawa hujan ke dunia…” String quartet masuk, cello bass menggetarkan lantai.
925 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai padhang mbulan lirik
Baca
+Pustaka
Jebakan Cinta sang CEO

Jebakan Cinta sang CEO

Makin malam, dingin makin terasa karena sang bayu berhembus. “Fill my heart with song and let me sing for ever more….” Itulah sepenggal lirik lagu berjudul ‘Fly Me to the Moon’ yang aku nyanyikan. Tak jauh dari tempatku berdiri sekarang, dapat kulihat jelas bahwa suami sudah menyiapkan cukup banyak daging yang dia panggang. Aku pun menghambur padanya setelah lagu yang aku nyanyikan berakhir.
1028.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 703 kali sebagai padhang mbulan lirik
Baca
+Pustaka
Balada Cinta Sang Presdir

Balada Cinta Sang Presdir

tanyanya, nadanya lebih hangat dari sebelumnya. Lara tersenyum, meletakkan piring di meja. “Udang asam manis sama ayam rica-rica, Ibu. Rina bantu bikin sambalnya,” katanya, nadanya penuh semangat. Mereka duduk bersama, makan dalam suasana yang lebih ringan. Tawa kecil Rina dan pujian Maharani pada masakan Lara mengisi ruangan, mencairkan ketegangan yang sempat ada. Andreas menatap Lara dari samping, matanya penuh cinta—ia tahu, meski badai pengadilan masih menanti, ia tak lagi berjalan di tepi jurang sendirian.
878 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai padhang mbulan lirik
Baca
+Pustaka
Insafnya Sang Playgirl

Insafnya Sang Playgirl

"Biar deket lo terus lah. Kalau gini kan kita jadi LDR." Bulan terkekeh. "Gak papa LDR, kangennya biar setengah mati." "Kuat emang nahan kangen?" Bulan tersenyum tipis. "Jangan! Rindu itu berat, kamu gak kuat. Biar aku saja," ucap Bisma menirukan seorang Dylan. "Buruan pergi!" usir Bulan tak tahan. "Ngusir nih?" "Cepet deh! Ntar telat."
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai padhang mbulan lirik
Baca
+Pustaka
Renjana

Renjana

Aku mencari pinjaman ikat pinggang dan mendapatkannya dari teman sekelas Dito, yang aku sendiri lupa namanya siapa. Grup paduan suara diwajibkan menjadi choir pada setiap upacara bendera di hari Senin, aku satu grup dengan Irine, dia berdiri tepat di depanku, grup ini terdiri dari 15 orang, dibagi menjadi 3 barisan, jadi 5 orang setiap baris. Upacara dimulai, petugas sudah melaksanakan tugasnya masing-masinh dengan apik, begitu juga dengan grup paduan suara kami, yang memberikan energi dan kekompakan paling baik yang pernah ada. Sekarang, pasukan pengibar bendera berjalan dengan rapih menuju tiang bendera, kami bersiap menyanyikan lagu "Indonesia Raya", aku menarik nafas dalam-dalam, mataku
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai padhang mbulan lirik
Baca
+Pustaka
Bintang

Bintang

ia langsung menyambar buku tulis lalu melipatnya menjadikan sebuah mic dan pergi kearah Danil, Lala, dan Lisa. “Ndra, dance woy.” Teriak Bulan dan dihadiahi dengan jempolan dari sang nama. “Satu... Dua... Tiga... Mulai.” Seruan kencang dari yang lainnya. “TERPESONA... AKU TERPESONA...” “TAREK SIS...” “SEMONGKO...” “BODO AMAT.” “HOK A HOK E.” “ASEKKKKK.... SLERRR...”
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai padhang mbulan lirik
Baca
+Pustaka
Balas Dendam Sang Pendamping Setia

Balas Dendam Sang Pendamping Setia

Kru kamera kembali menata peralatan, sambungan satelit dengan Jakarta dipulihkan, dan dalam hitungan menit, siaran langsung kembali berjalan. “Ladies and gentlemen, kami mohon maaf atas gangguan teknis,” suara Menteri Pemberdayaan Perempuan dari Jakarta terdengar lewat sambungan satelit. “Kini, kita akan melanjutkan ke bagian istimewa dari acara ini—pidato utama dari Ibu Nayla Mahardika.” Duta Besar Indonesia untuk PBB menambahkan perkenalan singkat, “Pidato ini bukan hanya untuk para hadirin di ruangan ini, melainkan juga untuk semua orang yang percaya pada kekuatan keberanian dan ketangguhan.”
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai padhang mbulan lirik
Baca
+Pustaka
Membuatmu Takluk Padaku

Membuatmu Takluk Padaku

kata Ibu mencegah Raya yang hendak beranjak dari tempat duduk. Raya dengan ragu kembali duduk dan mulai membuka tudung saji. “Kenapa ya?” gumam Raya ragu. “Ya, Ibu nggak tau juga kenapa. Katanya tadi Bu Irma ke rumah kamu, tapi kata Mbak ART di sana kamu sama kamu nggak pulang semalaman. Jadinya Bu Irma telepon kamu deh, tapi nggak diangkat-angkat. Jadi telepon Ibu,” jelas Ibu memaparkan.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai padhang mbulan lirik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status