Sembilan Ekor Untuk Sebuah Dendam
air matanya terus mengalir
Hae-rin menangis dalam kesedihan yang mendalam, dihianati orang yang sangat ia percaya sekaligus cintai adalah pukulan berat baginya.
Tiba tiba mata birunya berubah menjadi merah, tubuhnya memancarkan aura dingin yang sangat terasa. kemudian ia melolong seperti srigala. Suaranya menggema dalam hutan yang sunyi itu.
Ada sebuah pelindung yang terlihat samar mengelilingi goa itu, kilatan petir tiba-tiba muncul , suara gemuruh hujan jatuh membasahi bumi , angin bertiup dengan kencang dan banyak pohon yang secara tiba-tiba tumbang akibat hembusan angin yang sangat kencang.