MADU YANG BERACUN
Di tengah suasana yang menyesakkan, ponsel Embun tiba-tiba bergetar, sebuah notifikasi masuk dari Helena.
“Embun, kau baik-baik saja?” Setelah membaca pesan itu, dia terdiam cukup lama.
Air matanya yang sempat mengering tadi, kini kembali menggenang di pelupuk mata. Di tengah semua orang yang sibuk kehilangan Jasmine, masih ada satu orang yang menanyakan keadaan dirinya.
Entahlah, dirinya seperti orang yang tidak tau diri. Di saat berduka seperti ini pun, sempat-sempatnya dia mengharapkan perhatian.