Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Exit

Exit

Pertanda bahwa tadi memang ada bahan obrolan yang menyenangkan. “Kamu tadi ketinggalan obrolan hangat hari ini, Lin. Breaking news pokoknya.” Anak perempuan yang mempunyai poni panjang itu memberitahuku, tangannya membentuk O dengan tautan jari telunjuk dengan jempol.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai paine
Baca
+Pustaka
PARALLEL

PARALLEL

“Apa-apaan kau Xavier, jangan manja! Aku tahu kau bisa berjalan. Kau hanya mau mengerjaiku saja, ‘kan?!” “Take it or leave it![10]” ujar Xabi tanpa menoleh membuat Ravil semakin marah. “Bos! Pokoknya aku tidak mau! Tinggal saja ia di sini hingga membusuk!” Wayne memegangi dahinya dan mencoba mencari solusi. Ketua Pandora Box itu lalu melirik asistennya dengan tatapan memohon. Ravil pun bergidik, ia paling tidak bisa menolak kalau Wayne sudah seperti itu.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai paine
Baca
+Pustaka
PESONA

PESONA

"Kau bilang wanita akan merintih kesakitan jika dipukul, kau yang pria juga merintih kesakitan. Kalau kaum pria mendapat datang bulan maka aku yakin mereka akan lebih menginginkan sekarat saja karena tak akan kuat dengan sakitnya. Kau ini hanya bisa menghina saja, keluar dari sini! Aku tidak mau melihat wajahmu!" Karena sedang datang bulan, Nandini tak bisa mengontrol emosinya, ia sudah sangat kesal dan marah dengan respon pria itu. Sedangkan Tama pun langsung terdiam mendengar ceramah dari wanita di depannya, ia pun tak berani lagi bicara atau ia akan mendapat pukulan dari wanita itu dan ayah wanita itu. "Baiklah, maaf karena tadi aku tertawa. Sekarang apa yang harus aku lakukan agar rasa s
1015.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 458 kali sebagai paine
Baca
+Pustaka
LIGNEE

LIGNEE

Aldi memutuskan bertanya pada pelayan toko. “Excuse me..i’m looking for book Toys for Boy’s?” “I remembered we only have one left, maybe it sold.” “Thank you…” “Ayo pergi, aku kelaparan,” kata Rayhan. Mata Aldi malah tertuju pada sebuah pena yang dipajang di etalase toko lalu memerintahkan pegawai toko membawanya ke kasir karena dia berniat membelinya. “Wah lihat harga segitu. Bagaimana kau bisa membayar begitu banyak uang untuk sebuah pena? kau gila!” Rayhan tak habis pikir dengan selera sahabat nya ini.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 180 kali sebagai paine
Baca
+Pustaka
Beautiful Pain

Beautiful Pain

Melumatnya liar. Xander membuka lebar kedua paha Audrey, dan dengan satu kali hentakan keras Xander menyatukan miliknya ke dalam milik Audrey hingga membuat Audrey menjerit kesakitan. “Xander!” Audrey meringis kesakitan kala Xander memasukinya dengan kasar. Audrey tak bisa melakukan apa pun selain pasrah. Hingga kemudian, Xander menggerakan pinggulnya menghjam Audrey dengan tempo yang pelan, sedang, dan cepat.
10115.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai paine
Baca
+Pustaka
Test Book

Test Book

Penapika12268
Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai paine
Baca
+Pustaka
HEAVY

HEAVY

Apa alasan Renata tidak ingin mengandung anak suaminya sendiri? Jola tersentak dengan dada membusung ke depan, memekik kesakitan sambil meremas dasi Yogi yang mengikat kedua tangannya dengan kencang. Yogi mendesah panjang setelah berhasil masuk secara sempurna ke dalam inti tubuh Jola. Tidak ada waktu jeda, Yogi mulai menggerakkan pinggulnya secara teratur dan lama-kelamaan menjadi kasar dan semakin cepat.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai paine
Baca
+Pustaka
MAWAR

MAWAR

Matanya memerah pertanda dia sangat marah kepada anaknya. Nico mengusap pipinya yang terkena pukulan, sedikit meringis pasalnya baru pertamakali dia menerima bogem mentah seperti ini, oleh Papanya pula."I'm sorry," ucap Nico Lirih, wajahnya terasa kaku, dia yakin sekarang sebelah wajahnya sudah membiru, pukulan Papanya memang sangat kuat.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai paine
Baca
+Pustaka
SEQUOIA

SEQUOIA

"Enam ratus ribu! Gimana, keren nggak gue?" Mata Joi membesar, tak percaya akan pernyataan Tiara. Selama ia menekuni pekerjaan malak-memalak ini, tidak ada seorang pun yang mampu mengalahkan pendapatannya. Sebuah rekor untuk seorang Tiara, karena mampu mematahkan gelar Joi sebagai orang berpengaruh yang penghasilannya di atas rata-rata. Di saat yang lain sibuk menertawakannya, Joi memilih menatap sengit Tiara. Tentu saja ia tak suka, harga dirinya seolah dijatuhkan begitu saja. "Awas aja, gue bakal—"
7.52.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai paine
Baca
+Pustaka
PARAMOUR

PARAMOUR

Ting tung ting tung ting tung Satu ikat bunga peony memenuhi tangan Nathan yang kini sedang menunggu dengan gusar di depan pintu. Kegelisahan seperti memenuhi pikirannya tak kala Vivian yang biasanya begitu cepat membukakan pintu, kini harus membuatnya menunggu. Semua karena rasa bersalahnya, ia mengakui kesalahannya dan ia ingin menyelesaikan semuanya. Sekali lagi Nathan menekan bel yang membuat sosok di balik pintu itu membuka pintunya dengan senyuman kecut.
544 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai paine
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status