Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Exit

Exit

Pertanda bahwa tadi memang ada bahan obrolan yang menyenangkan. “Kamu tadi ketinggalan obrolan hangat hari ini, Lin. Breaking news pokoknya.” Anak perempuan yang mempunyai poni panjang itu memberitahuku, tangannya membentuk O dengan tautan jari telunjuk dengan jempol.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as paine
Read
+Library
PARALLEL

PARALLEL

“Apa-apaan kau Xavier, jangan manja! Aku tahu kau bisa berjalan. Kau hanya mau mengerjaiku saja, ‘kan?!” “Take it or leave it![10]” ujar Xabi tanpa menoleh membuat Ravil semakin marah. “Bos! Pokoknya aku tidak mau! Tinggal saja ia di sini hingga membusuk!” Wayne memegangi dahinya dan mencoba mencari solusi. Ketua Pandora Box itu lalu melirik asistennya dengan tatapan memohon. Ravil pun bergidik, ia paling tidak bisa menolak kalau Wayne sudah seperti itu.
3.0K viewsOngoingAdded to Library 83 Times as paine
Read
+Library
PEONY

PEONY

"Makasih, Tante—sori, saya gak tahu nama Tante." "Sabitha Giovanni. Singkatnya, Sabit aja." Sabit tersenyum ramah, yang mana membuatnya berkali-kali lipat lebih menawan. Bian bingung. Sosok beradab bak bidadari seperti Sabit bisa-bisanya berkawan dengan Thadeus Nenggala yang kelakuannya mirip orang sakit jiwa kurang belaian? Luar biasa. "And you're welcome, Sweetie."
1.7K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as paine
Read
+Library
LIGNEE

LIGNEE

Aldi memutuskan bertanya pada pelayan toko. “Excuse me..i’m looking for book Toys for Boy’s?” “I remembered we only have one left, maybe it sold.” “Thank you…” “Ayo pergi, aku kelaparan,” kata Rayhan. Mata Aldi malah tertuju pada sebuah pena yang dipajang di etalase toko lalu memerintahkan pegawai toko membawanya ke kasir karena dia berniat membelinya. “Wah lihat harga segitu. Bagaimana kau bisa membayar begitu banyak uang untuk sebuah pena? kau gila!” Rayhan tak habis pikir dengan selera sahabat nya ini.
104.9K viewsOngoingAdded to Library 184 Times as paine
Read
+Library
Beautiful Pain

Beautiful Pain

Melumatnya liar. Xander membuka lebar kedua paha Audrey, dan dengan satu kali hentakan keras Xander menyatukan miliknya ke dalam milik Audrey hingga membuat Audrey menjerit kesakitan. “Xander!” Audrey meringis kesakitan kala Xander memasukinya dengan kasar. Audrey tak bisa melakukan apa pun selain pasrah. Hingga kemudian, Xander menggerakan pinggulnya menghjam Audrey dengan tempo yang pelan, sedang, dan cepat.
10117.1K viewsCompletedAdded to Library 2.6K Times as paine
Read
+Library
HEAVY

HEAVY

Apa alasan Renata tidak ingin mengandung anak suaminya sendiri? Jola tersentak dengan dada membusung ke depan, memekik kesakitan sambil meremas dasi Yogi yang mengikat kedua tangannya dengan kencang. Yogi mendesah panjang setelah berhasil masuk secara sempurna ke dalam inti tubuh Jola. Tidak ada waktu jeda, Yogi mulai menggerakkan pinggulnya secara teratur dan lama-kelamaan menjadi kasar dan semakin cepat.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 116 Times as paine
Read
+Library
MAWAR

MAWAR

Mata Nico membulat sempurna, aura kemarahan terpancar jelas disana. Bugh Bugh Bugh Bugh Nico menghajar pria itu dengan membabi buta, sampai pria itu tidak sadarkan diri. Empat mobil berhenti di samping Nico, beberapa orang keluar menghampiri Nico. Joan meringis melihat banyak orang yang tergeletak. Matanya menatap Nico, pria itu terlihat berantakan, dengan percikan darah yang mengotori bajunya hingga penampilan pria itu lebih pantas disebut psikopat. "Tuan--"
106.0K viewsOngoingAdded to Library 132 Times as paine
Read
+Library
PARAMOUR

PARAMOUR

Ting tung ting tung ting tung Satu ikat bunga peony memenuhi tangan Nathan yang kini sedang menunggu dengan gusar di depan pintu. Kegelisahan seperti memenuhi pikirannya tak kala Vivian yang biasanya begitu cepat membukakan pintu, kini harus membuatnya menunggu. Semua karena rasa bersalahnya, ia mengakui kesalahannya dan ia ingin menyelesaikan semuanya. Sekali lagi Nathan menekan bel yang membuat sosok di balik pintu itu membuka pintunya dengan senyuman kecut.
672 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as paine
Read
+Library
DAISY

DAISY

Sementara Daisy hanya bisa menjerit kuat karena merasakan rasa sakit yang teramat hingga tubuhnya bergetar. “Jangan, jangan tendang perutku Layton. Sakit, ku mohon!” Daisy berusaha melindungi perutnya. “Kau harus mati!” Beberapa saat, Layton begitu terkejut melihat darah yang begitu banyak keluar dari paha dalam Daisy. Lalu sebagian lagi merembes di perut wanita itu, yang menyebabkan dress putih yang ia kenakan berwarna kemerahan. Daisy tersengal, tubuhnya bergetar hebat karena rasa sakit yang tidak berhenti menghunjam tubuhnya.
105.9K viewsOngoingAdded to Library 129 Times as paine
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status