Dendam Istri Terabaikan
Lelaki itu bertanya dengan nada sesal karena ia datang belakangan, meski sebenarnya ini masih terlalu awal dari waktu janjian mereka.
"Tidak apa-apa, Prasta, lagi pula memang kami yang datangnya terlalu cepat," kata Burhan, terlihat seperti sudah sangat akrab dengan lelaki muda itu. "Oh iya, Prasta, kenalkan ini Nida, keponakan saya. Dia yang rencananya mau membuka restoran," sambung lelaki paruh baya itu memperkenalkan Nida.
"Selamat siang Mbak Nida, saya Prasta, pemilik tempat ini," kata Prasta memperkenalkan diri. Ia juga mengulurkan tangan, yang langsung dijabat Nida sebagai tanda kesopanan.
Bab Populer