Dokter, Sentuh Aku Lagi
Lampu putih menyilaukan, troli berderit, suara kasir bercampur musik pop pelan.
Semua terasa seperti dunia berbeda dari yang baru saja ia tinggalkan.
Ia mulai mengambil barang—barang yang dibutuhkan, sekalian mengalihkan pikiran agar tak terlalu terbebani dengan Arion.
“Dua bal pampers ukuran S,” gumamnya sambil memeriksa. “Tisu basah organik, minyak telon baru, sabun bayi yang hypoallergenic. Hmm, apa lagi, ya?”