Pura-Pura Buta
Kapan lagi, selagi aku mampu, akan kuusahan yang terbaik untuk kehidupan masa depan adikku--Sita.
***
"Maaf, permisi, apa di sini masih membutuhkan karyawan?" Aku mendongak saat mendengar pertanyaan dari suara perempuan. Di depanku tampak seorang wanita berumur tiga puluhan ke atas. Cantik, walau tanpa polesan make up, berhijab biru. Menatap sendu ke arahku. Wajahnya mengingatkanku pada Delia. Di sampingnya berdiri seorang anak kecil laki-laki berumur kira-kira sekitar empat tahun. Tangannya digenggam erat oleh wanita tersebut. Kutelisik dirinya dari atas sampai bawah. Lusuh, entah datang darimana dia. Tidak tampak ada kesiapan diri dalam melamar pekerjaan. Kuhembuskan napas pelan setelah me